INFORMASI UMUM
|
Nama Penyusun |
: |
Nur Sabarudin Akhmad, S.Pd |
|
Institusi |
: |
MTs Negeri 7 Kebumen |
|
Tahun Ajaran |
: |
2025/2026 |
|
Jenjang Sekolah |
: |
SMP / MTs |
|
Fase |
: |
D |
|
Kelas |
: |
IX (Kelas 9 SMP/MTs) |
|
Chapter / Topik |
: |
1 / EXPORING FAUNA OF
INDONESIA |
|
Unit Sub Topik |
|
2/ ORANGUTAN AND GORILLAS |
|
Alokasi Waktu |
: |
1 Pertemuan (1 x 120 menit) |
KOMPONEN INTI
A. Identifikasi Keadaan SiswaSiswa kelas 9 (usia ± 14–15 tahun) sudah berada pada kisaran kemampuan bahasa Inggris A2–B1: mereka mampu memahami wacana pendek bertopik keseharian, tetapi kosakata tentang satwa endemik Indonesia—termasuk Bekantan, Orangutan and gorilla —masih terbatas. Motivasi mereka tinggi ketika materi dihubungkan dengan kebanggaan nasional dan isu lingkungan; mereka juga terbiasa belajar lewat gawai dan kolaborasi daring, namun masih memerlukan scaffolding untuk menggabungkan fakta ilmiah dengan struktur teks bahasa Inggris yang benar (recount / report).
B. Dimensi Profil Lulusan (DPL) yang Difokuskan
1. Penalaran Kritis – menganalisis data tentang habitat dan ancaman Bekantan, Orangutan and gorilla.
C. Nilai Cinta yang Diintegrasikan
Hubbul Biah – cinta dan kepedulian pada lingkungan/habitat Bekantan.
Hubbul Wathon wal Bilad – kecintaan pada tanah air melalui pelestarian fauna nasional.
Hubbunnaas – empati kepada masyarakat lokal yang hidup berdampingan dengan Bekantan.
D. Capaian Pembelajaran (CP) – 4 Keterampilan Bahasa
|
Skill |
Capaian Pembelajaran
(2 kalimat) |
|
Listening |
Siswa dapat
mengidentifikasi ide pokok dan rincian spesifik (habitat, ciri fisik,
ancaman) dari rekaman wawancara pendek berbahasa Inggris tentang Bekantan,
Orangutan and gorilla. Mereka juga dapat mencatat data numerik dasar (tinggi,
berat, populasi) dengan akurasi ≥ 80 %. |
|
Speaking |
Siswa mampu menyusun
& menyampaikan presentasi lisan dua menit tentang upaya konservasi
Bekantan, Orangutan and gorilla menggunakan ekspresi cause–effect sederhana.
Mereka dapat menjawab dua pertanyaan klarifikasi dari teman secara spontan
dan sopan. |
|
Reading |
Siswa bisa menentukan
tujuan penulis dan makna kosakata kunci dalam artikel populer 250–300 kata
bertema fauna endemik Indonesia. Mereka juga mampu membuat infografik ringkas
berdasarkan paragraf deskriptif yang dibaca. |
|
Writing |
Siswa dapat menulis
teks factual report 150 kata tentang Bekantan, Orangutan and gorilla dengan
struktur general classification dan description yang tepat. Teks mencakup
minimal lima kosakata ilmiah baru dan dua kalimat complex using relative
clauses. |
E. Tujuan Pembelajaran
1. Domain Elemen: Menyimak-Berbicara, Membaca-Memirsa, Menulis-Mempresentasikan.
Mengomunikasikan informasi faktual tentang Bekantan, Orangutan and gorilla secara lisan & tulisan dalam bahasa Inggris sederhana, menunjukkan Komunikasi efektif dan menumbuhkan Hubbul Biah serta Hubbul Wathon wal Bilad.
Menganalisis data populasi dan ancaman Bekantan, Orangutan and gorilla untuk menarik kesimpulan kritis mengenai status konservasinya, merefleksikan dimensi Penalaran Kritis.
Berkolaborasi dalam kelompok heterogen untuk merancang produk kreatif (poster / vlog) kampanye penyelamatan Bekantan, Orangutan and gorilla, mempraktikkan Kolaborasi dan Kreativitas sambil menumbuhkan Hubbunnaas.
Berperan sebagai warga negara muda yang bertanggung jawab dengan mengusulkan satu aksi nyata sekolah ramah lingkungan, menguatkan dimensi Kewargaan dan nilai Hubbul Biah.
F. Indikator Ketercapaian
Catatan
Setiap indikator dirumuskan agar terukur (menggunakan batas waktu, persentase ketuntasan, atau kriteria kualitas), selaras dengan dimensi P5 (Komunikasi, Penalaran Kritis, Kolaborasi, Kreativitas, Kewargaan, Kemandirian) dan nilai Profil Pelajar Pancasila (Hubbul Biah, Hubbul Wathon wal Bilad, Hubbunnaas, Hubbunnafsi, Hubbulloh)
|
No |
Indikator Ketercapaian |
|
A1 |
a. Siswa menyampaikan presentasi lisan 2 menit
tentang ciri fisik & habitat Bekantan, Orangutan and gorilla dengan ≤ 2
kesalahan penyebutan istilah kunci. b. Siswa menulis teks informatif 120 kata
tentang Bekantan menggunakan simple present dengan ≥ 90 % struktur benar. c. Respons siswa pada kuis menti “Mengapa kita
perlu melindungi Bekantan, Orangutan and gorilla?” menunjukkan ≥ 80 % memilih
alasan berbasis data (menumbuhkan Hubbul Biah & Hubbul Wathon). |
|
A2 |
a. Siswa membaca grafik populasi Bekantan,
Orangutan and gorilla (1990‑2025) lalu menuliskan 2 tren penurunan & 1
faktor ancaman dengan tepat. b. Dalam diskusi, siswa mengajukan ≥ 1
pertanyaan kritis tentang metodologi pengumpulan data satwa liar. c. Lembar refleksi menunjukkan siswa menarik
kesimpulan status “Endangered” & menyebutkan 2 implikasi konservasi. |
|
A3 |
a. Di kelompok heterogen, siswa merumuskan
tujuan kampanye ≤ 50 kata yang jelas & inklusif. b. Poster/vlog mencantumkan min. 3 fakta
ilmiah, 1 ajakan aksi, & 1 visual kreatif asli. c. Rubrik kolaborasi: tiap anggota memperoleh
skor ≥ 3 (skala 4) pada indikator “menghargai pendapat”. |
|
A4 |
a. Siswa menuliskan proposal aksi
“Green School” (≤ 150 kata) memuat 1 masalah, 1 solusi, 1 indikator
keberhasilan. b. Dalam simulasi musyawarah kelas, siswa
menyampaikan argumen pro‑lingkungan dengan sikap sopan (≥ 2 kali). c. Poster ringkas “Sekolah Ramah Bekantan”
dipajang & mendapat umpan balik positif dari ≥ 70 % teman. |
G. Profil Pelajar Pancasila
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia: Menumbuhkan rasa syukur atas keanekaragaman hayati dan kesadaran akan tanggung jawab menjaga ciptaan Tuhan. (Cinta kepada Sang Pencipta)
Mandiri: Mampu belajar secara aktif dan bertanggung jawab dalam mencari serta mengolah informasi.
Bernalar Kritis: Mampu membandingkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber tentang Orangutan dan Gorilla.
Kreatif: Mampu menyusun kalimat dan paragraf deskriptif serta ide untuk melindungi satwa.
Gotong Royong: Berkolaborasi dalam kegiatan kelompok, seperti berbagi informasi dan menyusun perbandingan. (Cinta kepada Sesama Umat Manusia)
H. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa Orangutan dan Gorilla, meskipun serupa, memiliki perbedaan unik dan keduanya adalah spesies yang sangat penting dan terancam punah. Mereka akan menyadari bahwa menjaga kelestarian hewan-hewan ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan cinta terhadap alam dan sesama makhluk hidup. Mereka juga akan memahami bagaimana menyajikan informasi faktual secara terstruktur dalam bentuk report text dengan penggunaan tata bahasa yang spesifik.
I. Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan (Alokasi Waktu: 10 menit)
Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran peserta didik.
Guru memulai dengan pertanyaan pemantik:
o "Good morning, everyone! What do you know about apes? Have you ever seen an orangutan or a gorilla, even in a picture or video?"
o "Where do you think these animals live? Why are they so important to our planet, and why do we need to protect them?" (Cinta kepada Sang Pencipta & Cinta kepada Sesama Umat Manusia)
Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan topik pembelajaran, menekankan keunikan dan pentingnya pelestarian primata besar ini.
b. Kegiatan Inti (Alokasi Waktu: 100 menit)
Fase 1: Eksplorasi/Penyajian Konsep (30 menit)
Blended Learning: Guru menampilkan video pendek (sekitar 3-5 menit) atau presentasi interaktif yang membandingkan Orangutan dan Gorilla, fokus pada ciri fisik, habitat, perilaku dasar, dan diet. (Media digital: video dokumenter singkat, infografis interaktif).
Listening & Speaking: Peserta didik menyimak video/presentasi. Guru memfasilitasi diskusi dengan pertanyaan: "What are some similarities between orangutans and gorillas?", "What are the main differences?", "Where are they found?". Guru membimbing mereka menggunakan kosakata terkait hewan.
Deep Learning: Guru menjelaskan bahwa Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang ditemukan di Asia (endemik Indonesia dan Malaysia), sementara Gorilla di Afrika. Guru menyoroti status endangered mereka dan peran kita sebagai manusia untuk menjaga kelangsungan hidup mereka sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. (Cinta kepada Sang Pencipta & Cinta kepada Bangsa/Negara).
Guru mengingatkan kembali konsep Report Text dan strukturnya (General Classification dan Description). Guru memperkenalkan lebih dalam Noun Groups (e.g., thick reddish-brown fur, powerful arms, dense tropical rainforests) dan Passive Voice (e.g., Orangutans are found in Borneo; Their habitat is threatened by deforestation; Gorillas are known for their strength) sebagai ciri kebahasaan dalam report text deskriptif.
Fase 2: Bimbingan/Praktik Terbimbing (30 menit)
Reading: Guru menyediakan dua report text singkat yang belum lengkap (satu tentang Orangutan, satu tentang Gorilla). Teks ini dapat ditampilkan di layar atau dibagikan secara digital.
Peserta didik secara berkelompok (3-4 orang) membaca kedua teks dan mengisi bagian yang kosong (misalnya, informasi tentang diet, predator, atau ciri fisik tertentu) menggunakan daftar kata kunci yang diberikan guru.
Guru memberikan daftar kata kunci/frasa yang relevan (misalnya: leaves, fruits, insects, tool-users, knuckle-walking, critically endangered, African forests, Borneo and Sumatra, habitat loss).
Guru berkeliling membimbing, mengklarifikasi, dan memastikan pemahaman peserta didik tentang bagaimana noun groups dan passive voice digunakan untuk memberikan informasi faktual dalam kedua teks.
Fase 3: Praktik Mandiri/Aplikasi (30 menit)
Writing: Setiap peserta didik secara individu memilih salah satu hewan (Orangutan atau Gorilla) dan menulis report text sederhana (minimal 6-8 kalimat) tentang hewan pilihan mereka.
Peserta didik harus mencakup General Classification dan beberapa aspek Description (ciri fisik, habitat, diet, atau status konservasi), mengaplikasikan penggunaan noun groups dan passive voice yang telah dipelajari.
Blended Learning: Peserta didik dapat menulis di buku catatan atau menggunakan platform digital (misalnya, Google Docs) untuk menulis draf awal.
Deep Learning & Cinta: Guru mendorong peserta didik untuk menulis dengan kesadaran akan pentingnya melestarikan primata ini sebagai bagian dari warisan alam global, menunjukkan empati terhadap keberlangsungan hidup mereka. (Cinta kepada Sesama Umat Manusia).
Fase 4: Refleksi/Umpan Balik (10 menit)
Speaking: Beberapa peserta didik secara sukarela (atau dipilih) membacakan report text yang telah mereka tulis.
Gotong Royong & Cinta: Peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif terkait kejelasan informasi, penggunaan noun groups, dan passive voice. Guru memfasilitasi dan memberikan koreksi jika diperlukan, sekaligus mengapresiasi upaya mereka dalam menulis tentang pelestarian. (Cinta kepada Sesama Umat Manusia).
Guru memberikan penguatan terhadap penggunaan noun groups dan passive voice dalam mendeskripsikan fakta secara objektif.
c. Kegiatan Penutup (Alokasi Waktu: 10 menit)
Guru bersama peserta didik merefleksikan kembali pembelajaran hari ini: "What important facts did you learn about Orangutans and Gorillas? What are the key features of a report text? How do passive voice and noun groups help us describe animals?"
Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan upaya mereka dalam memahami dan mengekspresikan diri dalam bahasa Inggris.
Guru memberikan tugas rumah: Menulis 3-4 kalimat perbandingan antara Orangutan dan Gorilla, fokus pada persamaan dan perbedaan yang paling mencolok, menggunakan passive voice jika memungkinkan.
Guru menutup pelajaran dengan pesan moral tentang pentingnya menjadi duta konservasi hewan-hewan terancam punah ini, sebagai bentuk syukur atas ciptaan Tuhan dan kepedulian terhadap lingkungan dan makhluk hidup lain. (Cinta kepada Sang Pencipta, Cinta kepada Bangsa/Negara, Cinta kepada Sesama Umat Manusia).
Guru mengucapkan salam penutup.
J. Asesmen (Penilaian untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.)
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran):
Teknik : Observasi dan Pertanyaan Terbuka
b. Kognitif:
Teknik : Kuis Singkat Lisan
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran):
Teknik : Observasi, Penilaian Kinerja (Speaking), Penilaian Produk (Writing Draft)
Kelengkapan struktur report text.
Penggunaan noun groups yang tepat.
Penggunaan passive voice yang sesuai.
Koherensi dan kelengkapan kalimat.
Asesmen Sumatif (Akhir Unit/Bab):
Teknik : Penulisan Report Text
K. Pengayaan dan Remedial
1. Pengayaan:
Bagi peserta didik yang telah menguasai materi dengan baik, dapat diberikan tugas tambahan untuk:
Menulis report text yang lebih detail tentang Orangutan atau Gorilla, menambahkan informasi tentang subspesies atau ancaman yang lebih spesifik.
Membuat poster digital atau presentasi singkat tentang upaya konservasi Orangutan atau Gorilla.
Membuat comparison essay singkat antara Orangutan dan Gorilla, berfokus pada persamaan dan perbedaan.
Menonton dokumenter (dengan subtitle bahasa Inggris) tentang primata ini dan meringkas informasi penting.
2. Remedial:
Bagi peserta didik yang kesulitan, guru akan memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
Mengulang penjelasan tentang noun groups dan passive voice dengan latihan drill yang lebih banyak dan contoh yang lebih sederhana.
Menyediakan kalimat-kalimat rumpang untuk diisi dengan noun groups atau diubah menjadi passive voice.
Memberikan report text yang sangat sederhana dan meminta siswa untuk mengidentifikasi ciri-cirinya secara langsung.
Menyediakan bantuan kosa kata dan struktur kalimat dasar untuk menulis deskripsi sederhana.
L. Refleksi Guru dan Peserta Didik
1. Refleksi Guru:
Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik dalam satu pertemuan ini?
Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa? Mengapa?
Kesulitan apa yang paling sering dihadapi peserta didik (misalnya, membedakan Orangutan dan Gorilla, memahami konsep passive voice, menyusun noun groups)? Bagaimana saya dapat membantu mereka lebih baik di pertemuan selanjutnya atau dalam unit berikutnya?
Apakah alokasi waktu sudah sesuai untuk setiap kegiatan? Apakah ada kegiatan yang perlu diperpanjang atau dipersingkat?
Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan unsur deep learning dan nilai-nilai cinta secara lebih mendalam di masa depan?
Apakah semua peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan mendapatkan umpan balik?
2. Refleksi Peserta Didik:
Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang Orangutan dan Gorilla?
Apa yang saya pelajari tentang cara mendeskripsikan hewan dalam bahasa Inggris menggunakan report text?
Bagian mana dari pelajaran yang paling saya nikmati?
Kesulitan apa yang saya temukan saat belajar hari ini (misalnya, memahami passive voice, menulis kalimat perbandingan)? Bagaimana cara saya mengatasinya di masa depan?
Bagaimana pembelajaran hari ini membuat saya lebih menghargai pentingnya melestarikan hewan terancam punah ini? (Cinta kepada Sang Pencipta & Cinta kepada Sesama Umat Manusia)
Apakah saya merasa nyaman untuk berbagi ide dan pendapat saya di kelas?
M. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
Artikel dan video tentang Bekantan dari sumber terpercaya (misal: WWF Indonesia, National Geographic Kids, situs konservasi seperti Borneo Orangutan Survival Foundation - BOSF).
Buku teks Bahasa Inggris kelas IX yang membahas report text dan deskripsi hewan.
Situs web atau aplikasi kamus daring (misal: Cambridge Dictionary, Oxford Learner's Dictionaries).
Materi tambahan tentang noun groups dan passive voice dari sumber belajar online.
N. GLOSARIUM
Endemic: Hanya ditemukan di suatu wilayah geografis tertentu.
Habitat: Lingkungan alami tempat tinggal hewan atau tumbuhan.
Behavior: Perilaku atau tingkah laku.
Diet: Jenis makanan yang dikonsumsi.
Predator: Hewan yang berburu dan memakan hewan lain.
Report Text: Jenis teks non-fiksi yang menyajikan informasi umum dan faktual tentang suatu topik (misalnya hewan, fenomena alam, objek). Strukturnya meliputi General Classification dan Description.
General Classification: Bagian awal report text yang memperkenalkan objek secara umum dan mengklasifikasikannya.
Description: Bagian report text yang mendeskripsikan ciri-ciri spesifik objek (fisik, habitat, perilaku, dll.).
Noun Group: Kelompok kata yang berfungsi sebagai noun (kata benda), biasanya terdiri dari determiner, adjective, dan noun (misal: a large, fleshy nose; the reddish-brown fur; dense mangrove forests).
Passive Voice: Bentuk kalimat di mana subjek menerima tindakan, bukan melakukan tindakan (misal: Bekantan is found in Borneo - Bekantan ditemukan di Kalimantan; Its habitat is threatened by deforestation - Habitatnya terancam oleh deforestasi).
O. DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Tahun Publikasi yang relevan). Buku Guru Bahasa Inggris SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Tahun Publikasi yang relevan). Buku Siswa Bahasa Inggris SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
WWF Indonesia. (Akses tanggal [tanggal sekarang]). Bekantan (Nasalis larvatus). [Sertakan URL jika ada sumber spesifik].
National Geographic Kids. (Akses tanggal [tanggal sekarang]). Proboscis Monkey Facts. [Sertakan URL jika ada sumber spesifik].
(Sertakan sumber video atau presentasi yang digunakan, jika ada URL spesifik).
|
Mengetahui |
Prembun, Juli
2025 |
|
Kepala
Madrasah |
Guru
Mata Pelajaran |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Yun’am
Arif. S.Pd. M.Pd |
Nur
Sabarudin Akhmad, S.Pd |
|
NIP.
197001292005011001 |
NIP.
196803292005011001 |
No comments:
Post a Comment
Give your best comment to improve the contents of this blog